Malaysia & Indonesia Berusaha Mempercepat Integrasi Sistem Penempatan Pekerja Migran

Business New City – Indonesia dan Malaysia sepakat membentuk satuan tugas bersama untuk mempercepat integrasi sistem penempatan pekerja migran Indonesia di sektor rumah tangga.

Berdasarkan keterangan yang diterima Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta pada Sabtu, 11 Mei 2024, Indonesia berpartisipasi dalam “Joint Working Group (JWG) on Memorandum of Understanding (MoU) on the Employment and Protection of Indonesian Domestic Workers in Malaysia ” di Johor Baru, Malaysia, pada tanggal 9-11 Mei 2024. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, sedangkan delegasi Malaysia dipimpin oleh Dato Sri Khairul Dzaimee bin Daud, Sekretaris jenderal Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia.

Sanusi mengatakan dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk membentuk satuan tugas bersama (JTF) untuk mempercepat integrasi sistem Malaysia yaitu e-PPAx dan MyIMMS dengan Sistem Pelayanan Pekerja Migran Indonesia Terpadu (Sipermit).

“Dalam diskusi tersebut, delegasi Malaysia menyampaikan bahwa pihaknya mampu menyelesaikan integrasi dalam waktu enam bulan, namun hal tersebut tidak tercermin dalam RoD (catatan pembahasan) untuk memberikan fleksibilitas proses integrasi,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, kendala teknis dialami dalam proses integrasi karena Malaysia masih membutuhkan waktu untuk menyatukan sistem internalnya.

Sanusi mengatakan kedua negara juga membahas pembaruan kontrak MoU tentang ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia sektor rumah tangga di Malaysia.

Pihak Malaysia menyampaikan usulan pedoman perpanjangan izin kerja dan kontrak kerja pekerja rumah tangga migran Indonesia (IDMW) serta alur prosesnya, ujarnya.

Usai pembacaan proposal, delegasi Indonesia menekankan perlunya dibentuk mekanisme untuk memastikan kesejahteraan IDMW tetap terjaga sebelum proses penyuluhan dilakukan, tambahnya.

Oleh karena itu, perlu melibatkan Malaysian Recruitment Agency (MRA) oleh pemberi kerja untuk proses penyuluhan tersebut sehingga pemerintah Indonesia dalam hal ini Perwakilan RI di Malaysia dapat memantau perlindungan dan kesejahteraan IDMW melalui MRA, kata Sanusi. dikatakan.

Malaysia & Indonesia Berusaha Mempercepat Integrasi Sistem Penempatan Pekerja Migran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas

Slot Demo

Slot x500

Rokokslot

Slot Gopay

Slot Mahjong

Scatter Hitam

Mix Parlay

Rokokslot

Rokokslot

Slot Mahjong

Scatter Biru

Slot Mahjong

Rokokslot

RTP Slot Gacor

Scatter Pink

Rokokslot

Live Casino

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Rokokslot

Berita Random

Berita Terkini

Pusat Kesehatan

Wisata Masa Kini

Pusat Kuliner

Kamu Harus Tau

Gudang Resep

Berita Seputar Olahraga

Fakta Menarik